Akhirnya semuanya semakin jelas. Kau tidak
hubungi aku selama 5 hari. Dan mungkin untuk seterusnya kau akan meninggalkan
ku sendiri tanpa ada satu pesan pun yang kau kirimkan buat ku. Mana janji-janji
manis mu ?
Teringat kata-kata manis yang kau
ucapkan malam itu. Yap, malam di mana aku mendengarkan suara mu untuk terakhir
kalinya. Kau berpesan agar aku dapat menjaga diri di sini. Bahkan kau
mengirimkan pesan berisikan 3 kata yang sangat berarti untukku “I LOVE YOU”.
Di mana kau sekarang saat aku rapuh
kehilangan penopang kehidupan ku. Aku kehilangan mu. Orang lain tak akan pernah
mengerti perasaan ini. Perasaan yang dalam walaupun seketika kau bangun. Sudah lama
aku mengenal mu. Namun hanya dalam beberapa hari aku bisa menerima kehadiran mu
di hatiku. Aku menganggap mu bagian dari hati ini. Kau seseorang yang membuat
ku tersenyum saat aku terpuruk. Kau yang memberikan ku semangat dan kau yang
membuat ku tetap maju ke depan.
Tapi sekarang aku tak dapat menjangkau
mu. Kau begitu jauh. Hati ini menangisi mu. Aku tak sanggup merelakan mu pergi.
Apa kah kau tau kau sangat berarti buat ku. Kau seseorang yang terhalang jarak dengan
ku namun hati kita tak pernah berjarak. Kau ada di sini. Ku anggap ada di dekat
ku.
Kau anggap apa aku ini ? apakah hanya
seseorang yang.. ? aku tak sanggup berpikiran yang aneh-aneh. Kata orang, hati
wanita itu lemah, dan sekarang aku baru merasakan hati ini lelah. Lelah karena
lagi-lagi tersakiti.
Banyak wanita yang berkata tidak akan
rela melihat orang yang disayang bahagia bersama wanita lain. Tapi taukah kau,
bahwa saat aku menangis, itulah saat aku sangat merelakan mu pergi untuk
mengejar bahagia mu bersama wanita lain. Aku sangat ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar